Showing posts with label spiritual. Show all posts
Showing posts with label spiritual. Show all posts

Bermimpi Pergi Ke SYurga Bersama Malaikat

Aku bermimpi... Suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku tiba-tiba berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,



"Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima".


Aku melihat-lihat sekeliling tempat itu dan aku dapati tempat itu begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari semua manusia di seluruh dunia.

Kemudian, . . aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.


Malaikatpun berkata, Malaikat itu menyampaikan kepadaku, "Ini adalah Saksi Pengemasan dan Pengiriman. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".

Baca juga :

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.


Yang sangat mengejutkan aku!, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, yang tidak melakukan apapun. "Ini adalah Saksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu sambil berbisik kepadaku.


"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini? ", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, tetapivsangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan syukur (terima kasih)".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasihnya atas Rahmat Tuhan? ", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ".

"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri? ”, tanyaku kepada Malaikat yang mengantarku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."


"Jika engkau memiliki uang simpanan di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 80% kesejahteraan dunia."


"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di ponsel androidmu, maka engkau adalah bagian dari 100% di dunia yang memiliki kesempatan itu.


Dan.. . "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan. . . engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.


"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat. . Maka, engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".


"Jika, . . . . engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian. . . M a k a, . . engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.


"Jika, . . orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan. . . Maka, . . . engkau termasuk orang yang sangat jarang.


"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka, . . . engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.


"Jika, . . . engkau dapat membaca pesan ini melalui ponselmu yang kamu temukan di facebook, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".


Nikmatilah hari-harimu, lihatlah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa mereka itu selalu dirahmati.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS: Ibrahim (14) : 7 )

Pernyataan syukur yang ditujukan kepada : Departemen Pernyataan Terima Kasih: "Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".


wassalam....semoga bermanfaat....

Berdoalah Hingga Sampai Sesuatu Terjadi

Telah diriwayatkan dari sebuah buku kuno, Ada Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juru selamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.


Berdoalah Hingga Sampai Sesuatu Terjadi


Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya “Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu sedikit pun tidak bergeming, kamu tidak mendapatkan apa-apa, rupanya... apa yang selama ini kamu kerajakan hanyalah sia-sia..! Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya.” Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah.

Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat. “Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya. “Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan. “Tuhan,” katanya “Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?’

Baca juga :

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian, “Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar?

Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu.

Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu.” Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya….

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru…. lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)

Ketika hasil pekerjaanmu mulai menurun…. lakukan P.U.S.H
Ketika orang-orang berprilaku yang tidak semestinya mereka lakukan…. lakukan P.U.S.H.
Ketika uangmu seperti “lenyap” dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar…. lakukan P.U.S.H.
P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

Agama Apa Yang Paling Terbaik?

Agama Apa Yang Paling Terbaik? - Diambil dari buku sejarah kuno, Seorang ahli dari kelompok "The Theology Of Freedom" dari Brazil bernama Leonardo Boff bertanya kepada Dalai Lama, nama dari seorang pemimpin umat Buddha dari Tibet :

"Yang Mulia, apakah agama terbaik ?" tanya Leonardo Boff kepada Dalai Lama.
Sebelumnya Leonardo Boff menduga bahwa Dalai Lama akan menjawab : Agama Buddha dari Tibet atau agama Oriental yang lebih tua dari agama Islam, Yahudi dan Kristen.,


Ternyata sambil tersenyum, Dalai Lama menjawab :
"Agama terbaik adalah agama yang lebih mendekatkanmu pada TUHAN, yaitu agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik". Sambil menutupi rasa malu karena punya dugaan kurang baik tentang Dalai Lama.

Leonardo Boff bertanya lagi :
"Apakah tanda agama yang membuat kita menjadi lebih baik ?"

Jawaban Dalai Lama :
"Agama apapun yang bisa membuatmu :
- Lebih welas asih
- Lebih berpikiran sehat
- Lebih objektif dan adil
- Lebih menyayangi
- Lebih manusiawi
- Lebih mempunyai rasa tanggung jawab
- Lebih ber-etika

Agama yang memiliki kualitas seperti itu adalah agama terbaik."


Baca juga :
✔ Tata Cara Mengenal ALLAH
✔ Mati Itu Sakit Atau Nikmat


Leonardo Boff terdiam dan ter-kagum kagum atas jawaban Dalai Lama yang bijaksana dan tidak terbantahkan lagi itu.

Selanjutnya, Dalai Lama berkata :
"Tidak penting bagiku apa agamamu kawan... tidak peduli kamu beragama atau tidak. Yang betul betul penting bagiku adalah perilakumu di depan kawan-kawan mu, keluarga, komunitas, lingkungan kerja dan dunia."

Dalaipun Lama berkata lagi :
- Jagalah pikiranmu, karena akan menjadi perkataanmu.
- Jagalah perkataanmu, karena akan menjadi perbuatanmu.
- Jagalah perbuatanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
- Jagalah kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu.
- Jagalah karaktermu, karena akan membentuk nasibmu.
Jadi sebenarnya, nasib mu berawal dari pikiran mu !

Dalai Lama kemudian mengakhiri perbincangan itu dengan berkata, "Tak ada agama yang lebih tinggi dari Kebenaran yang Haqiqi."

Pengertian Memperingati Satu Muharram atau Malam Satu Syuro

Bagi kaum muslim, pergantian tahun hijriyah 1 Muharram biasanya diisi dengan pengajian dan tasyakuran atau doa bersama. Kaum muslim menjadikan momentum tahun baru hijriah yaitu satu Muharram tersebut sebagai bahan intropeksi bersama untuk mengingat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya meninggalkan tanah kelahirannya di Mekkah menuju Madinah untuk menghindari gangguan kaum Qurais yang sangat benci pada Muhammad SAW lantaran membawa ajaran baru Islam pada masa itu.
Para pakar sejarah mengatakan, kata Hijriah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu hijrah yang artinya pergi meninggalkan. Rombongan Nabi Muhammad SAW yang pergi itu kemudian disebut sebagai kaum Muhajirin atau orang-orang yang pergi meninggalkan tanah kelahirannya. Kaum muhajirin tersebut kemudian mendapat pertolongan oleh penduduk Madinah yang disebut sebagai kaum Ansor atau kaum yang menolong orang-orang Muhajirin. Peristiwa hijrah tersebut dalam sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW menjadi titik tolak yang yang sangat penting untuk kejayaan Islam.

Sebab, sejak peristiwa itu Nabi Muhammad SAW dapat menghimpun kekuatan yang solid untuk melawan kaum Qurais dan merebut Mekkah atau yang biasa disebut dengan Fathul Mekkah (penaklukan Mekkah) dengan damai tanpa ada peperangan.

Karena menjadi titik tolak yang penting, maka peristiwa hijrah tersebut dijadikan landasan sekaligus penanda dalam pembentukan kalender Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab. Kalender hijriah sendiri memiliki 12 bulan sama halnya dengan kalender Masehi dan bulan Muharam adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam tersebut.

Sudut pandang lain, Satu Muharram atau biasa di sebut Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).

Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat pada weton legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan kegiatan ibadah.

Baca juga :
Agama Apa Yang Paling Terbaik?
Tradisi saat malam satu suro bermacam-macam tergantung dari daerah mana memandang hal ini, sebagai contoh Tapa Bisu, atau mengunci mulut yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun sebelumnya, menghadapi tahun baru di esok paginya.

Tradisi lainnya adalah Kungkum atau berendam di sungai besar, sendang atau sumber mata air tertentu, Yang paling mudah ditemui di Jawa khususnya di seputaran Yogyakarta adalah Tirakatan (tidak tidur semalam suntuk) dengan tuguran (perenungan diri sambil berdoa) dan Pagelaran Wayang Kulit. Di antara tradisi tersebut ada juga sebagian masyarakat yang menggunakan malam satu suro sebagai saat yang tepat untuk melakukan ruwatan dan juga pencucian benda benda pusaka.

Mengenahi sejarah pada malam satu Muharram sebaiknya kaum muslim memperingati pergantian tahun tersebut yang diisi dengan doa bersama (doa akhir tahun) dzikir dan pengajian agar dapat mengambil nilai-nilai perjuangan di balik peristiwa hijrah sekaligus berharap untuk dapat memperoleh kejayaan dan keselamatan di tahun-tahun berikutnya ini akan lebih bagus.

Bagi masyarakat muslim Jawa memperingati satu Muharam atau biasa mereka sebut satu suro juga dengan jalan tirakat melek'an ( tidak tidur) hingga menjelang subuh. Bahkan di masyarakat kejawen, sebagian dari mereka melakukan ritual semedi atau bertapa di tempat yang dianggap sakral seperti gunung, Gowa dan tepi laut.

Selain itu, bagi masyarakat Jawa malam satu suro juga diisi dengan ritual memandikan benda pusaka seperti keris, tombak dan batu akik yang diyakini memiliki kekuatan gaib sehingga ritual tersebut sangat terkesan mistis. hii...ngeri

Secara historis, masyarakat Jawa telah mengenal ritual malam satu suro sejak masa pemerintahan Sultan Agung, raja Mataram Islam yang memadukan antara kalender Saka dan hijriyah. Bagi masyarakat Jawa, bulan suro sebagai awal tahun Jawa dianggap sebagai bulan yang sakral sehingga dianggap tepat untuk melakukan renungan dengan jalan lelaku atau mengendalikan hawa nafsu untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mengintip Bahasa Perumpamaan Yang Sering Digunakan Para Ahli SHUFI

Apa Mak'na bahasa perumpamaan yang sering di gunakan para SHUFI,? pertanyaan inilah mungkin pernah terlintas di pikiran anda dan juga PR penting bagi penulis. Kata atau pesan yang di kategorikan sebagai perumpamaan sebetulnya banyak mengandung arti dalam hal ilmu spiritual, istilah jawa (sanepo) ini tujuan nya agar kita sebagai ummat manusia yang berakal selalu menggunaan akal tersebut untuk berfikir.


ALLAH S.W.T BERFIRMAN : Al ‘Ankabut Ayat: 43

وَتِلْكَ الْأَمْثٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَآ إِلَّا الْعٰلِمُونَ


Artinya : "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu."

Pada suatu sore, di serambi masjid yang jauh terpencil di pedalaman desa, terjadi dialog tentang Sufi dan Jalan Tashawuf seorang murid dengan Gurunya.

1- Santri :
Guru, mengapa para Sufi lebih memilih menggunakan bahasa perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu dari pada bahasa yang lugas?
Guru Mursyid :
Pertanyaan yang bagus anakku.. Memang para Sufi yang sejati, yang telah mengenal Allah dengan pengenalan yang haqu pada umumnya lebih memilih menggunakan bahasa perumpamaan dalam menjelaskan suatu hakikat kebenaran, hal itu disebabkan beberapa alasan,
  • Mereka mengetahui (ma’rifat) bahwa Allah pun menyukai menggunakan perumpamaan, banyak terdapat dalam menjelaskan ayat-ayat-Nya dalam Al-Quran.

    Surah An Nuur Ayat : 35

    اللَّـهُ نُورُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى اللَّـهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّـهُ الْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ


    Artinya : Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Baca juga :
    Agama Apa Yang Paling Terbaik?

  • Dengan bahasa perumpamaan, para sufi ingin menekankan bahwa perangkat utama untuk memahami kebenanaran adalah kesucian/kejernihan qalbu, baru kecerdasan akal rasional manusia.

  • Bahasa perumpamaan mampu menjelaskan satu hal kepada berbagai lapisan obyek kemampuan orang yang berbeda dengan setiap orang memperoleh kualitas penjelasan sesuai keadaan masing-masing.
  • Dengan perumpamaan para sufi juga hendak menyatakan bahwa yang mereka ketahui pun terbatas, sedang hakikat yang sejati hanya Allah lah yang mengetahuinya.
2- Santri: Lalu, bagaimana agar kita dapat mengerti perumpamaan-perumpamaan itu dengan baik? Guru Mursyid : Setelah kita mengetahui alasan para sufi di atas, sebaiknya untuk mengerti penjelasan mereka kita pun menyesuaikannya, yaitu dengan:
  • Berupaya untuk lebih mengenal Allah sebaik-baiknya dengan memohon kepada Allah agar Dia berkenan untuk memperkenalkan Diri-Nya kepada kita sesuai dengan kondisi kita.
  • Berjuang keras mensucikan qalbu kita dari penyakit-penyakitnya, serta melatih akal rasional kita sehingga optimal dalam kaidah-kaidah logika.

    Qalbu yang suci diperlukan untuk menangkap esensi/hakikat sesuatu yang Allah maksudkan, sedang akal rasional yang optimal diperlukan untuk dapat menjelaskannya kepada sesama manusia.
    Bila kita hanya suci qalbu (tapi akal rasional kita kurang optimal), kita dapat menangkap esensi sesuatu, tetapi gagap dalam mengkomunikasikannya kepada orang lain.
    Sedangkan bila kita hanya optimal di akal rasional (tetapi qalbu kita masih belum bersih dari penyakitnya), ini lebih berbahaya, sebab kita belum mampu menangkap esensi sesuatu secara optimal, tetapi kita trampil dalam menjelaskannya kepada orang lain. Bahaya!!!! ini bisa ke diri kita sendiri maupun menyesatkan orang lain yang menganggap kita sebagai panutan.
3- Santri: Wah, ternyata tidak mudah belajar di jalan tashawuf itu ya Abi Guru? Sebaiknya apa yang sebaiknya kita lakukan Guru? Guru Mursyid : Pertanyaan yang cerdas dan penuh kesadaran yang baik Anakku, memang ada beberapa hal yang kau ketahui jika engkau bersungguh-sungguh ingin menempuh jalan tashawuf yang telah ratusan tahun di lalui dengan baik & benar oleh para kekasih Allah:
  • Jalan para Sufi sejati, bukan jalan hidup yang populer seperti di zaman sekarang ini yang semuanya serba instan apa saja bisa di lakukan di tempat tidur, tetapi barang siapa yang berhasil melewatinya dengan benar, maka keridhoan Allah SWT dan ‘pertemuan’ dengan-Nya yang Maha Sempurna menjadi imbalannya. Amin
  • Setiap proses yang menghasilkan sesuatu yang luar biasa, pastilah berat dan sulit menempuhnya. Itu merupakan kelaziman dalam kehidupan. Karena jalan hidup ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, sebenarnya JEJAK-JEJAK para penempuhnya yang berhasil dan gagal dapat dijadikan bekal bagi para calon atau penempuh pemula jalan ini. Dengan menyimak, menganalisis dan meneladani Kehidupan para penempuh yang BERHASIL, dan menyesuaikan dengan era zaman kita yang sekarng ini, kita bisa menempuhnya dengan perbekalan yang cukup.
  • Hendaknya kita menempuhnya dalam bimbingan seorang PEMBIMBING/MURSYID SEJATI yang telah berhasil menempuh jalan yang PENUH UJIAN ini. Karena seorang Mursyid sejati dia ada dalam bimbingan Allah ketika menjalankan tugasnya membimbing para salik/muridnya.
  • Jalan tashawuf ini secara umum tidak boleh bertentangan dengan hukum syariat lahir (fiqih), tapi secara khusus dan perkecualian –hanya untuk orang-orang yang betul-betul dicintai Allah. Adakalanya Allah menunjukkan bahwa jalan ini lebih utama dari syariat lahir dengan seolah-olah “melanggar hukum syar'i/ atau hukum alam”.

    Nah anakku, untuk kalian yang berminat menempuhnya, sebaiknya kalian mulai dengan membekali ilmu dan amal dalam syariat lahir dulu, sambil menyiapkan qalbu untuk siap jika sewaktu-waktu Allah memilih qalbu kita untuk Dia bimbing. Allah membimbing qalbu kita itu secara umum adalah dengan mengirimkan ujian demi ujian dalam hidup kita. Bila kalian telah belajar dengan benar, maka Sang Guru sejati Insya Allah akan membimbing dan menempa kalian dengan penuh kasih sayang…. Wallahu a’lam bi shawwab.
jika artikel ini bermanfaat silahkan share ke sosial media kalian agar artikel ini di temukan dan berguna bagi orang lain, trimakasih Demikian penjelasan kami mengenai artikel Mengintip bahasa perumpamaan yang sering digunakan Para SHUFI Semoga bisa menjadi referensi serta bermanfaat bagi anda.