Showing posts with label mudik lebaran. Show all posts
Showing posts with label mudik lebaran. Show all posts

10 Paket Parsel Unik Untuk Momen di Hari Lebaran

Triknews - Cara membuat kemasan parsel agar terlihat unik. Dulu waktu saya kecil kebanyakan orang saling memberi satu paket makanan, istilah jawa (weweh). Paket weweh ini yang isinya, nasi ikan sayur sambal dan lain-lainya, itu dulu. Namun jaman sudah berubah seiring perkembangan.


Menjelang Hari Raya sekarang ini, banyak orang saling mengirimkan bingkisan berisi makanan, minuman, sampai kosmetik dan barang lainnya seperti perabot rumah lalu dibungkus cantik, yang disebut dengan "PARCEL". Parsel lebaran diberikan sebagai bentuk ucapan selamat dan menghormati mereka yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih sering disebut sebagai hari Lebaran memang selalu spesial. Banyak momen indah yang tercipta setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Baik itu momen bersama keluarga atau sahabat.

Parcel khusus orang tua



Parcel untuk mertua

ingin memberi penghormatan kepada orang tua ?, Racikan parsel ini perlu kamu pertimbangkan, parsel yang berisi antara lain gula pasir lengkap dengan kopinya ini cocok untuk anda berikan kepada orang tertua, agar parcel lebih memiliki rasa kash sayang, serta kan piring dan gelas canting di tengah atau diatas paket parsel.

Baca juga :

Parcel untuk kekasih tercinta

Parcel nggak melulu harus makanan, kamu bisa memberikan aneka macam perpaduan benda boneka kecil dengan kemasan parfum wangi untuk teman atau kolegamu, untuk parcel ini mungkin lebih cocok di berikan teman dekat atau pacar bahkan kekasih tersayang.

Ingin memberikan kejutan untuk temanmu? Berikan parsel yang berisikan tumpukan kado seperti ini. Kamu bisa membungkus beragam barang, mulai dari kaos, kerudung, atau bahkan camilan dan susun semuanya menjadi satu dan jangan lupa sertakan parfum wangi.

Perabotan rumah tangga seperti cangkir atau piring juga menjadi salah satu isian parsel yang paling banyak digemari, tetapi jangan berlebihan ya sampai anda menyertakan magic car pemanas nasi. barang- barang pecah beling seperti gelas ukir dan cangkir lucu patut anda hias kedalam paket

Mengombinasikan berbagai makanan ringan dan alat cosmetic sebagai parcel menjadi ide yang cukup unik. Membungkus parcel tidak harus selalu menggunakan plastik mika. Supaya tidak terlalu polos, dapat menggunakan stiker bergambar untuk ditempel pada toples kue. Sisipkan pula beberapa kata pada bagian isi parcel tersebut. Tidak terlalu ramai. Parcel ini pun menjadi terlihat elegan.

Ok agar lebih tahu bagaimana mengemas parcel supaya lebih keren dan menarik yuuk simak tayangan video berikut ini.


Cara Membuat Parsel Unik Khusus Hari Lebaran idul fitri





Duwit Habis Pasca Lebaran Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri peningkatan harga kebutuhan pokok memang banyak dijumpai di pasar pasar tradisiinal ataupun di pusat perbelanjaan mewah. Munculnya keinginan keinginan untuk persiapan lebaran yang membuat pengeluaran cenderung meningkat. Mulai nyiapin baju baru, diskon besar-besaran berbagai promo menarik di pusat perbelanjaan, bikin aneka kue dan segala macam tetek bengeknya hingga kemudahan dalam berbelanja online.


Nah hal-hal seperti inilah yang patut kita waspadai, karena jika tidak pandai mengontrol diri, maka pengeluaran selama Ramadan hingga lebaran akan jadi tidak terkontrol debit keuangan menjadi tinggi. Tetapi apa boleh buat karna hal ini merupakan tradisi dan kebutuhan tahunan yang mau tidak mau harus di sediakan. Namun jika sudah terlanjur terjadi yang menyebabkan uang menipis bahkan sampai terkuras habis setelah lebaran, apa sih yang harus di lakukan... ? Pinjem tetangga apa gadaikan barang ? Upss tunggu dulu.!!!

Bagi yang belum terbiasa dengan pola pengaturan keuangan, biasanya setelah Lebaran, THR dan gaji habis ketika pulang mudik. Sekarang mari kita memulai mengevaluasi serta membayangkan Lebaran untuk tahun depan, agar masalah keuangan di bulan Ramadan dan bulan syawal (Lebaran) yang saat ini tidak terulang lagi di tahun yang akan datang dan bisa kita pecahkan masalahnya.

Baca juga : Cara Hemat Liburan Pasca Lebaran

Langkah pertama adalah merencanakan Ramadan dan Lebaran dari sekarang Secara kalender masehi, Menurut perhitungan Tahun Hijriyyah dan tahun Masehi, Lebaran maju 10 hari dari hari Lebaran tahun ini untuk itu, kita sudah mulai menghitung semua pengeluaran untuk tahun depan dengan melihat apakah ada kemungkinan kita akan berlebaran di mana di jonggol atau di kampung.

Jika tahun ini berlebaran dikediaman tempat tinggal kita sudah begitu banyak debit dan pengeluaran uang kita, bagaimana jika tahun depan kita berlebaran satu keluarga di kampung halaman yang memang jauh dengan tempat kerja atau tempat tinggal kita yang sekarang ini ? nah anggaran yang tinggi kebutuhan yang berlipat jelas sudah menanti.

Untuk mengantisipasi kebutuhan yang diprediksi semakin meningkat, pengeluaran duwit semakin tinggi yang bakal terjadi lebaran tahun depan, kita siapkan mulai dari sekarang yaitu dengan giat bekerja rajin menabung, utamakan kebutuhan ketimbang keinginan, bergaya hidup sesederhana mungkin dan jangan banyak tingkah.

Jika ditanya bagaimana kalau duwit habis setelah lebaran apa yang musti dilakukan, yang memang kondisi keuangan sudah menipis, mau tidak mau kita
siapkan linggis cangkul atau alat berat lainya pergi ke ATM. mau ngapain coba ? membobol ATM ..? husss jangan! maksudnya ambil duwit di ATM gitu lhoo itupun kalau kita memiliki tabungan, kalau tidak bagaimana coba ?. yaaa terpaksa hidup dengan sisa duwit dengan menghemat sehemat mungkin sebelum gajian datang. Namun yang harus diusahakan jangan sampai berutang. Nah, sebelum terjadi defisit maka kamu harus benar-benar pandai mengatur keuangan untuk kebutuhan penting serta lebaran di tahun berikutnya . Semoga tips ini bermanfaat ya.

Cara Hemat Liburan Pasca Lebaran

Setelah Berlebaran Liburan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang tak terkecuali admin sendiri. Ada baiknya jika Liburan dilakukan secara hemat namun tetap menyenangkan. Banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini,pikiran jadi frees kembali saat dalam suasana berlibur, kepenatan hilang berganti ceria, kesedihan berganti gembira, namun tahukah anda ? bahwa berlibur ataupun berwisata itu ada tips dan aturanya yang dapat kita ambil dari segi keuntungannya. Seperti apa caranya agar suasana berlibur menjadi berkesan namun tetap hemat.


Berikut 6 cara berhemat ketika liburan pasca lebaran


1. Buat anggaran realistis.
Sebelum memulai liburan jangan lupa untuk membuat anggaran pengeluaran. Anggaran ini nantinya berfungsi untuk dapat mengatur pengeluaran dengan baik. Dengan adanya anggaran ini juga Anda dapat lebih bijak menggunakan uang selama liburan.

2. Utamakan kenyamanan daripada kemewahan.
Kenyamanan selalu menjadi prioritas utama. Jangan sampai karena kamu sangat berhemat, liburan menjadi tidak nyaman. Cermatlah dalam memilih transportasi, tempat tinggal, atau pemandu liburan. Asalkan nyaman, semua pasti akan senang.

3. Rencanakan matang-matang jauh hari sebelumnya.
Sudah liburan ditambah lebaran, maka tempat wisata akan menaikan tarif sehingga lebih mahal dibanding harga normal. Ada baiknya jika kamu memang merencanakan liburan saat-saat libur lebaran maka kamu harus membooking tiket atau memesan jauh-jauh hari. Selain itu rencanakan beberapa hari sebelum libur agar anggaran kamu bisa terpotong dan tidak terlalu besar dihabiskan untuk liburan, jangan kamu merencanakan liburan dengan dadakan.

Baca juga :
Duwit Habis Pasca Lebaran Ini Yang Harus Kamu Lakukan

4. Bawa bekal sendiri dari rumah.
Kamu ingin pergi ke objek wisata alam atau wisata bersama keluarga. Untuk menghemat biaya ada baiknya kamu membawa sendiri makanan dan minuman jika perlu bawa kompor dan magic car dan termos, emanya mau ngungsi banjir..? . Umumnya jika pergi ke objek wisata alam tarif masuk lebih murah seperti ke Candi Borobudur, Prambanan ataupun laut pantai.



5. Gunakan kendaraan pribadi.

Ada baiknya untuk menghemat tempat dan juga biaya akomodasi maka gunakan kendaraan pribadi untuk liburan tetapi jangan hanya karna berhemat lalu anda nekat jalan kaki, kalau anda sanggup ya..silahkan aja. Jika kamu tidak memiliki kendaraan pribadi, kamu dapat menyewa mobil dan juga motor. Menggunakan kendaraan umum untuk berlibur akan menghabiskan waktu dan uang dua kali lipat. Karena pada umumnya kendaraan umum akan jauh lebih mahal dan tempat wisata akan lebih padat dari biasanya sehingga sulit untuk dikunjungi. Dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil pribadi, anggaran bisa diprediksi dan terperinci. Tidak perlu takut akan ada pengeluaran dadakan atau pengeluaran tidak terduga hanya karena akomodasi atau perjalanan.

6. Pilih objek wisata lokal.
Banyak objek wisata yang menawarkan destinasi dengan harga yang tidak begitu mahal. Hal ini dapat Anda manfaatkan untuk menghemat anggaran selama liburan. Anda bisa mencoba untuk pergi melihat museum atau bahkan objek wisata alam yang biasanya tidak dipungut biaya. Kalau mau yang geratis bagaimana wisatanya bisa maju...?

Selanjutnya terserah anda....

Siapa yang berhak menerima zakat fitrah ?

triknews - Siapakah orang-orang yang lebih berhak menerima zakat fitrah ? . Pertanyaan ini yang sering di ajukan sebagian Orang pada saat akhir-akhir Romadzhon atau menjelang hari raya Idul Fitri. Proses serah terima amal Zakat Fitrah perlu di ketahui bagi semua orang lebih khususnya ummat Islam agar penerimaan atau pemberian Zakat bisa tepat sasaran dan diterima bagi mereka yang benar-benar berhak menerimanya. Membayar Zakat merupakan kewajiban semua umat Islam bagi yang mampu. Seseorang dikatakan mampu untuk membayar Zakat Fitrah apabila seseorang tersebut mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan bagi keluarganya.

Bentuk Zakat Fitrah itu sendiri dapat berupa makanan pokok seperti beras, gandum, keju dan makanan pokok lain atau berupa Uang sebesar bahan Pokok tersebut. Berapa Besar Zakat Fitrah ?Zakat Fitrah yang wajib dibayar oleh 1 orang adalah 2,5kg makanan pokok. jika misal makanan pokok di negara Indinesia yang di dominasi Beras , sedangkan harga beras saat ini rata-rata 8000 Ribu /Kg jadi kalau di uangkan Zakat satu orang adalah 20.000 rupiyah

Seiring berjalannya waktu juga berpengaruh kepada pergeseran nilai. Seperti nilai mata uang, harga barang, dan tingkat perekonomian masyarakat terus berubah dari tahun ke tahun. Namun, apakah zakat fitrah juga mengalami perubahan seiring berubahnya perekonomian masyarakat? lalu seperti apa grafis serta tata cara serah terima amal Zakat yang benar menurut ajaran Islam ? berikut ulasanya !

  • Serahkan amal Zakat kepada Lembaga Panitia Amal Zakatyang sudah terbentuk organisainya dan sudah di akui oleh Dinas Sosial Pemerintah Daerah.
  • Panitia Lembaga Amal Zakat memerima, mengumplkan dan mengakumulasi semua jumlah amal Zakat.
  • Panitia Lembaga Amal Zakat mendata semua warga yang pantas menerima zakat berdasarkan catatan kependudukan warga setempat.
Untuk pembagian amal zakat serta Orang yang Berhak menerima Zakat Fitrah terbagi menjadi delapan(8) Disini saya rincikan siapa-siapa yang lebih berhak menerima zakat fitrah secara garis besar.
 Siapa yang berhak menerima zakat fitrah
Ada delapan golongan yang berhak untuk menerima zakat fitrah menurut Al Qur’an Al Karim. إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk
  1. orang-orang fakir,
  2. orang-orang miskin,
  3. amil zakat,
  4. para mu’allaf yang dibujuk hatinya,
  5. untuk (memerdekakan) budak, /orang-orang yang terlilit utang,
  6. untuk jalan Allah dan
  7. untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.
” (Qs. At Taubah: 60)
Ayat ini dengan jelas menggunakan kata “innama”, ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya.

Golongan pertama dan kedua adalah Fakir dan Miskin.
Fakir dan miskin adalah golongan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan mereka. Para ulama berselisih pendapat manakah yang kondisinya lebih susah antara fakir dan miskin. Ulama Syafi’iyah dan Hambali berpendapat bahwa fakir itu lebih susah dari miskin. Alasan mereka karena dalam ayat ini, Allah menyebut fakir lebih dulu baru miskin. Ulama lainnya berpendapat miskin lebih parah dari fakir.

Adapun batasan dikatakan fakir menurut ulama Syafi’iyah dan Malikiyah adalah orang yang tidak punya harta dan usaha yang dapat memenuhi kebutuhannya. Seperti kebutuhannya, misal sepuluh ribu rupiah tiap harinya, namun ia sama sekali tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut atau ia hanya dapat memenuhi kebutuhannya kurang dari separuh. Sedangkan miskin adalah orang yang hanya dapat mencukupi separuh atau lebih dari separuh kebutuhannya, namun tidak bisa memenuhi seluruhnya.

Orang yang berkecukupan tidak boleh diberi zakat Orang yang berkecukupan sama sekali tidak boleh diberi zakat, inilah yang disepakati oleh para ulama. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ حَظَّ فِيهَا لَغَنِىٍّ
“Tidak ada satu pun bagian zakat untuk orang yang berkecukupan.”

Apa standarnya orang kaya yang tidak boleh mengambil zakat?
Standarnya, ia memiliki kecukupan ataukah tidak. Jika ia memiliki harta yang mencukupi diri dan orang-orang yang ia tanggung, maka tidak halal zakat untuk dirinya. Namun jika tidak memiliki kecukupan walaupun hartanya mencapai nishob, maka ia halal untuk mendapati zakat. Oleh karena itu, boleh jadi orang yang wajib zakat karena hartanya telah mencapai Nisab. (Nisab, di dalam Syariah adalah jumlah batasan kepemilikan seorang Muslim selama satu tahun untuk wajib mengeluarkan zakat)., ia sekaligus berhak menerima zakat. Demikian pendapat mayoritas ulama yaitu ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad.

Apa standar kecukupan? Kecukupan yang dimaksud adalah kecukupan pada makan, minum, tempat tinggal, juga segala yang mesti ia penuhi tanpa bersifat boros atau tanpa keterbatasan. Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah baik kebutuhan dirinya sendiri atau orang-orang yang ia tanggung nafkahnya. Inilah pendapat mayoritas ulama.

Bolehkah memberi zakat kepada fakir miskin yang mampu mencari nafkah?
Jika fakir dan miskin mampu bekerja dan mampu memenuhi kebutuhannya serta orang-orang yang ia tanggung atau memenuhi kebutuhannya secara sempurna, maka ia sama sekali tidak boleh mengambil zakat. Alasannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَظَّ فِيهَا لَغَنِىٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ مُكْتَسِبٍ
“Tidak ada satu pun bagian zakat untuk orang yang berkecukupan dan tidak pula bagi orang yang kuat untuk bekerja.”

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِىٍّ
“Tidak halal zakat bagi orang yang berkecukupan, tidak pula bagi orang yang kuat lagi fisiknya sempurna (artinya: mampu untuk bekerja, pen)” Berapa kadar zakat yang diberikan kepada fakir dan miskin? Besar zakat yang diberikan kepada fakir dan miskin adalah sebesar kebutuhan yang mencukupi kebutuhan mereka dan orang yang mereka tanggung dalam setahun dan tidak boleh ditambah lebih daripada itu. Yang jadi patokan di sini adalah satu tahun karena umumnya zakat dikeluarkan setiap tahun. Alasan lainnya adalah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyimpan kebutuhan makanan keluarga beliau untuk setahun. Barangkali pula jumlah yang diberikan bisa mencapai ukuran nishob zakat.

Jika fakir dan miskin memiliki harta yang mencukupi sebagian kebutuhannya namun belum seluruhnya terpenuhi, maka ia bisa mendapat jatah zakat untuk memenuhi kebutuhannya yang kurang dalam setahun.

Golongan ketiga: Amil Zakat.
Untuk amil zakat, tidak disyaratkan termasuk orang miskin. Karena amil zakat mendapat bagian zakat disebabkan pekerjaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan,

لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ إِلاَّ لِخَمْسَةٍ لِغَازٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ لِعَامِلٍ عَلَيْهَا أَوْ لِغَارِمٍ أَوْ لِرَجُلٍ اشْتَرَاهَا بِمَالِهِ أَوْ لِرَجُلٍ كَانَ لَهُ جَارٌ مِسْكِينٌ فَتُصُدِّقَ عَلَى الْمِسْكِينِ فَأَهْدَاهَا الْمِسْكِينُ لِلْغَنِىِّ
“Tidak halal zakat bagi orang kaya kecuali bagi lima orang, yaitu orang yang berperang di jalan Allah, atau amil zakat, atau orang yang terlilit hutang, atau seseorang yang membelinya dengan hartanya, atau orang yang memiliki tetangga miskin kemudian orang miskin tersebut diberi zakat, lalu ia memberikannya kepada orang yang kaya.”

Ulama Syafi’iyah dan Hanafiyah mengatakan bahwa imam (penguasa) akan memberikan pada amil zakat upah yang jelas, boleh jadi dilihat dari lamanya ia bekerja atau dilihat dari pekerjaan yang ia lakukan.

Siapakah Amil Zakat?
Amil zakat adalah orang menerima zakat Sayid Sabiq mengatakan,

“Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa atau wakil penguasa untuk bekerja mengumpulkan zakat dari orang-orang kaya. Termasuk amil zakat adalah orang yang bertugas menjaga harta zakat, penggembala hewan ternak zakat dan juru tulis yang bekerja di kantor amil zakat.”
‘Adil bin Yusuf al ‘Azazi berkata,

“Yang dimaksud dengan amil zakat adalah para petugas yang dikirim oleh penguasa untuk mengunpulkan zakat dari orang-orang yang berkewajiban membayar zakat. Demikian pula termasuk amil adalah orang-orang yang menjaga harta zakat serta orang-orang yang membagi dan mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Mereka itulah yang berhak diberi zakat meski sebenarnya mereka adalah orang-orang yang kaya.”

Syeikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Golongan ketiga yang berhak mendapatkan zakat adalah amil zakat. Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa untuk mengambil zakat dari orang-orang yang berkewajiban untuk menunaikannya lalu menjaga dan mendistribusikannya. Mereka diberi zakat sesuai dengan kadar kerja mereka meski mereka sebenarnya adalah orang-orang yang kaya. Sedangkan orang biasa yang menjadi wakil orang yang berzakat untuk mendistribusikan zakatnya bukanlah termasuk amil zakat. Sehingga mereka tidak berhak mendapatkan harta zakat sedikitpun disebabkan status mereka sebagai wakil. Akan tetapi jika mereka dengan penuh kerelaan hati mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan penuh amanah dan kesungguhan maka mereka turut mendapatkan pahala.

Namun jika mereka meminta upah karena telah mendistribusikan zakat maka orang yang berzakat berkewajiban memberinya upah dari hartanya yang lain bukan dari zakat.” Berdasarkan paparan di atas jelaslah bahwa syarat agar bisa disebut sebagai amil zakat adalah diangkat dan diberi otoritas oleh penguasa muslim untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya sehingga panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid serta orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar’i. Hal ini sesuai dengan istilah amil karena yang disebut amil adalah pekerja yang dipekerjakan oleh pihak tertentu. Memiliki otoritas untuk mengambil dan mengumpulkan zakat adalah sebuah keniscayaan bagi amil karena amil memiliki kewajiban untuk mengambil zakat secara paksa dari orang-orang yang menolak untuk membayar zakat.

Golongan keempat: orang yang ingin dilembutkan hatinya.
Orang yang ingin dilembutkan hatinya. Bisa jadi golongan ini adalah muslim dan kafir. Contoh dari kalangan muslim: Orang yang lemah imannya namun ditaati kaumnya. Ia diberi zakat untuk menguatkan imannya. Pemimpin di kaumnya, lantas masuk Islam. Ia diberi zakat untuk mendorong orang kafir semisalnya agar tertarik pula untuk masuk Islam. Contoh dari kalangan kafir: Orang kafir yang sedang tertarik pada Islam. Ia diberi zakat supaya condong untuk masuk Islam. Orang kafir yang ditakutkan akan bahayanya. Ia diberikan zakat agar menahan diri dari mengganggu kaum muslimin
Golongan kelima: pembebasan budak.
Pembebasan budak yang termasuk di sini adalah:
(1) pembebasan budak mukatab, yaitu yang berjanji pada tuannya ingin merdeka dengan melunasi pembayaran tertentu,
(2) pembebasan budak muslim,
(3) pembebasan tawanan muslim yang ada di tangan orang kafir.


Golongan keenam: orang yang terlilit utang
Yang termasuk dalam golongan ini adalah:
Pertama: Orang yang terlilit utang demi kemaslahatan dirinya. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

Yang berutang adalah seorang muslim.
Utang tersebut mesti dilunasi saat itu juga, bukan utang yang masih tertunda untuk dilunasi beberapa tahun lagi kecuali jika utang tersebut mesti dilunasi di tahun itu, maka ia diberikan zakat.

Kedua: Orang yang terlilit utang karena untuk memperbaiki hubungan orang lain. Artinya, ia berutang bukan untuk kepentingan dirinya, namun untuk kepentingan orang lain. Dalil dari hal ini sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِثَلَاثَةٍ رَجُلٍ تَحَمَّلَ بِحَمَالَةٍ بَيْنَ قَوْمٍ فَسَأَلَ فِيهَا حَتَّى يُؤَدِّيَهَا ثُمَّ يُمْسِكَ

“Sesungguhnya permintaan itu tidak halal kecuali bagi tiga orang;
yaitu orang laki-laki yang mempunyai tanggungan bagi kaumnya, lalu ia meminta-minta hingga ia dapat menyelesaikan tanggungannya, setelah itu ia berhenti (untuk meminta-minta).”

Ketiga: Orang yang berutang karena sebab jaminan (menanggung sebagai jaminan utang orang lain). Namun di sini disyaratkan orang yang menjamin utang dan yang dijamin utang sama-sama orang yang sulit dalam melunasi utang.

Golongan ketujuh: di jalan Allah.
Yang termasuk di sini adalah: Pertama: Berperang di jalan Allah. Menurut mayoritas ulama, tidak disyaratkan miskin. Orang kaya pun bisa diberi zakat dalam hal ini. Karena orang yang berperang di jalan Allah tidak berjuang untuk kemaslahatan dirinya saja, namun juga untuk kemaslahatan seluruh kaum muslimin. Sehingga tidak perlu disyaratkan fakir atau miskin. Kedua: Untuk kemaslahatan perang. Seperti untuk pembangunan benteng pertahanan, penyediaan kendaraan perang, penyediaan persenjataan, pemberian upah pada mata-mata baik muslim atau kafir yang bertugas untuk memata-matai musuh.

Golongan kedelapan: ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal di perjalanan.
Yang dimaksud di sini adalah orang asing yang tidak dapat kembali ke negerinya. Ia diberi zakat agar ia dapat melanjutkan perjalanan ke negerinya. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

“Sudah seharusnya setiap orang memperhatikan orang-orang yang berhak mendapakan zakat dari kalangan fakir, miskin, orang yang terlilit utang dan golongan lainnya. Seharusnya yang dipilih untuk mendapatkan zakat adalah orang yang berpegang teguh dengan syari’at. Jika nampak pada seseorang kebid’ahan atau kefasikan, ia pantas untuk diboikot dan mendapatkan hukuman lainnya. Ia sudah pantas dimintai taubat. Bagaimana mungkin ia ditolong karna mereka dalam berbuat maksiat.”


Demikian penjelasan kami mengenai artikel Siapa yang berhak menerima zakat fitrah ? kurang dan lebihnya saya mohon maaf , periksa dan sampaikan kritikan kepada kami jika artikel diatas masih belum sempurna , .

Tips aman meninggalkan rumah saat sholat idul fitri

triknews - Tips aman meninggalkan rumah saat sholat idul fitri. Lebaran tidak lama lagi akan segera tiba. Momen ini dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat terutama kaum muslim-muslimah untuk menunaikan ibadah sholat sunnah idul fitri.

Mengingat sholat idul fitri adalah ibadah sholat sunnah satu kali dalam setahun dan hukumnya sunah muakkad sehungga kita di anjurkanya untuk tetap melaksanakan. Satu kali dalam setahun inilah yang orang tidak rela untuk meninggalkan nya demi melaksanakan ibadah sholat sunnah idul fitri bersama-sama dalam satu keluarga yang mengakibatkan rumah menjadi kosong.

Tak jarang kekosongan ini dimanfaatkan oleh pelaku tindak kejahatan untuk menyasar rumah-rumah kosong yang ditinggalkan oleh penghuninya ke masjid melaksanakan sholat sunnah idul fitri . Selain tindak kejahatan, ancaman lain yang menghantui rumah-rumah kosong adalah kebakaran rumah akibat kebocoran gas atau konsleting listrik. Namun ancaman-ancaman tersebut dapat dihindari dengan beberapa tindakan dan kiat berikut ini :
  Tips aman meninggalkan rumah saat sholat idul fitri

Baca juga : Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri

  • Simpan barang berharga ditempat yang paling aman. Simpan barang-barang berharga seperti surat-surat penting, uang dan perhiasan ditempat yang paling aman.

  • Cabut listrik dan gas untuk meminimalisir resiko kebakaran. Untuk menghindari resiko kebakaran akibat kenaikan daya yang menyebabkan konsleting listrik, matikan semua perangkat elektronik yang tidak diperlukan, cabut kabel dari stop kontak. Jangan lupa mencabut selang regulator dari tabung gas dan kompor untuk menghindari kebocoran gas.

  • Kunci semua pintu dan jendela. Sebelum meninggalkan rumah pastikan semua pintu dan jendela dalam keadaan terkunci. Bila perlu pasang pengamanan rangkap pada bagian yang sering menjadi incaran penjahat seperti lemari, kamar tidur dan pintu bagian belakang. Jangan meninggalkan kunci penting seperti kunci motor, mobil dan lemari di rumah. Selain itu, hindari kebiasaan meletakkan kunci cadangan dibawah pot, dibawah keset, karpet atau ditempat lain yang mudah dijangkau oleh penjahat. Pada pintu bagian depan, usahakan tidak menggunakan gembok yang mencolok. Gembok yang terlihat dari luar akan menarik perhatian penjahat, karena pintu yang tergembok menandakan rumah dalam keadaan kosong.


Demikian penjelasan kami mengenai artikel Tips aman meninggalkan rumah saat sholat idul fitri Semoga bisa menjadi referensi serta bermanfaat bagi anda.


Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri

triknews - Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri. Seperti sholat pada umumnya, niat sholat hari raya Idul Fitri juga cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan RidhoNya. Adapun untuk lafadz bacaan niatnya  sebagai imam atau makmum lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin serta terjemahannya adalah sebagai berikut :

Baca juga : Tips aman meninggalkan rumah saat sholat idul fitri

  Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri

Niat Sholat Sunah Idul Fitri sebagai Ma'mum
اُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATA ‘IIDHIL FITHRI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul Fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

 Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri

Niat Sholat Sunah Idul Fitri sebagai Imam
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATA ‘IIDHIL FITHRI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA’AALA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Tata Cara Shalat 'Ied (Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha)
Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut.

  • Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
  • Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”
    Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.” Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan berikut:

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
    SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH WA  LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR. ALLAHUMMAGHFIRLII WAR HAMNII
    Artinya :
    Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.
  • Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.
  • Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).
  • Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa)dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.
  • Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).
  • Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.
  • Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.
  • Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
  • Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Demikian penjelasan kami mengenai artikel Tata cara dan bacaan niat Sholat Idul Fitri Semoga bisa menjadi referensi serta bermanfaat bagi anda.